►Pengertian Teknologi 4G
Jaringan 4G (4G network) adalah generasi keempat jaringan nirkabel untuk
komunikasi mobile.
Jaringan ini dimaksudkan sebagai solusi jaringan komunikasi yang
komprehensif dan aman dengan kecepatan data yang jauh lebih cepat dari generasi
sebelumnya.
Standar baru seperti WiMax dan Long Term Evolution (LTE) telah disebut
sebagai 4G, meskipun masih terdapat beberapa perdebatan tentang status mereka.
►Kelebihan Teknologi 4G
Karena merupakan Teknologi Komunikasi Seluler
terbaru, 4G membawa kecepatan yang 10x lebih cepat dibanding 3G+ yaitu sekitar
100MBps pada lokasi Seluler biasa dan 1GBps pada lokasi Internet Seluler
Premium. Hal ini memungkinkan anda mendownload 1000 Aplikasi di Smartphone
hanya dalam sekejap.
Jangkauan Teknologi Jaringan 4G
memiliki Jangkauan Sinyal sebesar 21 Km dari pusat pemancar, dan 4G WiMAX yang
mampu memberikan Internet berkecepatan tinggi dalam jarak 31 Mil dari pusat
pemancar Sinyal.
Pada umumnya, jika pengguna Internet 3G
mendownload sesuatu di Smartphone dan pengguna tersebut pergi diluar jangkauan
3G maka koneksi Internetnya akan dimatikan karena sedang berada diluar
jangkauan. Tapi tidak pada 4G, dengan meningkatan standar jaringan, 4G
memungkinkan pengguna menggunakan Internet berkecepatan tinggi dengan smooth
tanpa ada gangguan.
Salah satu perubahan yang paling
signifikan untuk 4G Jaringan adalah bahwa jaringan data, mentransfer paket data
Internet Protocol (IP). Jaringan data berbasis benar-benar akan memungkinkan
lebih banyak bandwidth yang berarti lebih banyak data dapat dibagi melalui
jaringan.
Dengan peningkatan Standar Jaringan, 4G memiliki
keamanan yang lebih tinggi dibanding 3G, Selain itu 4G juga mendukung IPv6.
►Kelemahan teknologi 4G
- Biaya untuk infrastruktur
jaringan baru realtif mahal
- Jaringan harus diperbaharui
maka peralatan baru harus diinstal
- LTE menggunakan MIMO
(Multiple Input Multiple Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada
pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data
- Sebagai akibatnya jika
terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device
baru agar dapat menikmati jaringan yang mendukung teknologi LTE
►
Manfaat teknologi 4G
Banyak manfaat nantinya dari keberadaan teknologi 4G ini khususnya bagi
kawasan perbatasan, diantaranya teknologi ini mampu memecahkan persoalan ICT
akibat kendala geografis karena teknologi 4G mampu beroperasi hingga di pelosok
pedesaan. Teknologi 4G dipercaya mampu menyelesaikan beberapa isu strategis dan
vital yang dialami oleh kawasan perbatasan, seperti; Pertama, peningkatan
penyelenggaraan birokrasi pada pemerintahan yang ada dalam kawasan perbatasan.
Kita ketahui bersama bahwa saat ini pemerintah telah mengagendakan dan terus
berbenah diri dalam membangun e-government. Langkah tersebut merupakan
tindaklanjut dari Inpres Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan E-Government.
Kehadiran teknologi 4G sedikit banyak akan membawa harapan positif bagi
perkembangan e-government di daerah. Dengan kemampuan teknologi 4G dalam
memberikan pelayanan data hingga 100 Mbps, tentu akan membuat pelayanan
interaktif e-government menjadi lebih baik. Misalnya, untuk rapat koordinasi
maupun rapat pembahasan APBD dan APBDP ditingkat SKPD maupun DPRD, sebagaimana
telah disinggung sebelumnya bahwa masih banyak pemerintah daerah mengalami
keterlambatan dalam penetapan APBD/APBDP karena kurangnya koordinasi dan adanya
rentang kendali birokrasi yang cukup panjang pada kawasan perbatasan.
Apalagi teknologi 4G memiliki kualitas yang jauh lebih baik bila ingin
dibandingkan dengan teknologi sebelumnya, yang masih memiliki video streaming
tersendat-sendat dan beresolusi rendah, sedangkan video streaming pada
penggunaan teknologi 4G sudah halus atau berdefinisi tinggi (high
definition/HD) sehingga bila digunakan untuk konferensi, dapat mendukung untuk
kelancaran kegiatan yang dimaksudkan, tanpa menghadapi gangguan berarti.
Selanjutnya, diketahui bahwa pemerintah daerah setiap tahun anggaran sering
mengadakan pengadaan barang dan jasa melalui lelang. Bertumpu pada penerapan
e-government, lelang proyek pemerintah daerah dalam jumlah tertentu kini
didorong untuk dilakukan secara online melalui sistem e-procurement. Disinilah
salah satu manfaat dari kehadiran teknologi 4G, dinyakini akan membuat proses
lelang online lebih transparan, akuntabel, dan berjangkau lebih luas serta
menghindari rentannya terjadi keributan secara fisik.
Demikian juga dalam ruang lingkup kinerja lembaga legislatif daerah (DPRD)
pemerintah daerah yang berada dalam kawasan perbatasan Indonesia.
Diharapkan kehadiran teknologi 4G ini mampu menerapkan sistem e-parliament yang
dapat dijadikan sebagai jembatan komunikasi dan informasi antara wakil rakyat
dan rakyat. Dengan demikian warga pelosok desa pun jadi lebih mudah menyalurkan
aspirasi kepada para wakilnya di DPRD.
Kedua, peningkatan SDM melalui proses pembelajaran dalam pendidikan.
Pemerintah telah menerapkan Jejaring Pendidikan Nasional dengan program
pengembangan infrastruktur ICT untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah
seluruh Indonesia.
Jadi sekolah dapat menerapkan e-learning sebagai media pembelajaran jarak jauh,
memanfaatkan infrastruktur ICT. E-learning memungkinkan pelajar belajar di
tempat masing-masing di luar jam pelajaran sekolah. Namun penerapan jejaring
yang merupakan terobosan penting bagi dunia pendidikan nasional itu dinilai
kurang maksimal dan belum sepenuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan
infrastruktur jaringan pendidikan nasional secara utuh. Disinilah diharapkan
peran lebih dari teknologi 4G, sehingga mampu menghilangkan berbagai persoalan
dalam penerapan jaringan tersebut.
Selanjutnya, kehadiran teknologi 4G di Indonesia dengan kelebihan yang
dimiliki, jangkauan luas dan tingkat investasi relatif murah, diharapkan mampu
mengurangi kesenjangan digital yang tengah terjadi di Indonesia. Masyarakat
dari kota
hingga pelosok desa akan makin mudah memperoleh akses ICT. Hal tersebut senada
dengan harapan dari hasil konferensi World Summit on the Information Society
(WSIS), yang digelar pada tahun 1998 sebagai upaya PBB, melihat teknologi
sebagai keharusan bagi negara berkembang dalam mencerdaskan bangsanya dan
membuat rakyat lebih sehat dan sejahtera.
Atas kesadaran akan manfaat besar dari teknologi 4G, sehingga menarik banyak
perhatian opearator seluler yang ada di Indonesia untuk mempersiapkan diri
mereka menyambut kedatangan teknologi ini. Sangat tepat kiranya apa yang
dilakukan oleh operator seluler XL dengan menambahkan alokasi frekuensi 3G
sebesar 2×5 MHz. Sehingga total frekuensi yang dimiliki XL sekarang menjadi 2 x
10 Mhz 3G carrier di pita 1960-1970 MHz dan 2150-2160 MHz. Penambahan frekuensi
3G ini merupakan tahapan menuju implementasi teknologi 4G di masa yang akan
datang dan sebagai usaha memuaskan pelanggan XL yang telah mencapai 35,2 juta
pelanggan, di mana 17 juta pelanggan di antaranya aktif menggunakan layanan
data (Detikinet).
Akhirnya, dalam menyambut kehadiran teknologi 4G, maka sangat diperlukan
beberapa persiapan yang harus dilaksanakan, diantaranya; Pertama, dalam
penggunaan teknologi 4G, diharapkan setiap operator seluler menambahkan alokasi
frekuensi dan menyiapkan infrastruktur sehingga penggunakan teknologi 4G dapat
segera terwujud dan dapat dinikmati masyarakat banyak. Kedua, diharapkan pada
tahun 2013 handset 4G dengan harga US$ 100 sudah tersedia di pasaran sehingga
layanan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Ketiga, yang tak kalah
penting adalah dorongan, perhatian dan keseriusan pemerintah baik melalui
kejelasan regulasi mengenai roadmap frekuensi dan lain sebagainya untuk
mempercepat keberadaan teknologi 4G ini.
Poin yang ketiga tersebut, harus dimulai dengan keseriusan pemerintah dengan
menerapkan langkah-langkah yang menjadi kewenangan pemerintah untuk mempercepat
kehadiran teknologi 4G di Indonesia. Apalagi mengingat begitu banyaknya manfaat
dari teknologi tersebut bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang ada dalam
kawasan perbatasan Indonesia. Semoga dengan kepedulian kita bersama dapat
mempercepat penggunaan teknologi 4G di Indonesia.